Penari kabasaran, tarian perang Minahasa.

Orang & tradisi

Torang samua basudara

Azan dan lonceng gereja berbagi udara yang sama, bahasa yang menjebak pendatang, dan ikan yang diasapi empat jam.

Foto: JAGO · CC BY-SA 3.0 · Sulawesi Utara

Torang samua basudara

Kalimat itu bahasa Melayu Manado untuk ‘kita semua bersaudara’, dan dipakai sebagai semboyan Sulawesi Utara. Di kelurahan-kelurahan pelabuhan ini, ia bukan sekadar tulisan di papan pemerintah.

Winenet Satu, menurut BPS 2020
1.463Islam
1.476Kristen Protestan

Angka kelurahan sebelah ini hampir persis berimbang. Azan dan lonceng gereja berbagi udara yang sama di sini.

Kota Bitung

Protestan
±60%
Muslim
±36%
Gereja Protestan terdaftar
457
Masjid terdaftar
95

Mengapa demikian

Bitung tumbuh dari pantai tempat nelayan berteduh. Pelabuhannya menarik keluarga Sangihe, Talaud, Gorontalo, Bugis, Jawa, Halmahera, dan Tionghoa. Kota ini bukan kota Minahasa yang kebetulan punya pendatang — ia terbentuk dari campuran itu sejak awal.

Si Tou Timou Tumou Tou

Ungkapan bahasa Tombulu ini dipopulerkan oleh Dr. Sam Ratulangi (1890–1949), pahlawan nasional asal Minahasa. Maknanya kurang lebih: manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain.

Mapalus

Sistem kerja bergilir dan bertimbal balik khas Minahasa. Kelompoknya beranggotakan dua sampai sekitar lima puluh orang, laki-laki dan perempuan dengan hak setara, dipimpin seorang tua impalus yang dipilih. Setiap peran punya namanya sendiri — pencatat waktu, penegak aturan, pembagi tugas.

Kolintang, gambang kayu Minahasa.
Sulawesi UtaraKolintang, gambang kayu Minahasa.Foto: Sakurai Midori · CC BY-SA 3.0

Bahasa yang bukan dari buku panduan

Bahasa sehari-hari di Bitung adalah Melayu Manado, sebuah kreol Melayu dengan sekitar 850.000 penutur — bukan bahasa Indonesia baku. Kata gantinya justru menjebak: satu kata yang Anda kira berarti ‘kita’ sebenarnya berarti ‘saya’.

Beberapa kata

Kita
Saya
Bukan ‘kita’ seperti dalam bahasa Indonesia
Torang
Kami / kita
Seperti dalam Torang Samua Basudara
Ngana
Kamu
Diserap dari bahasa Ternate
Mo pi mana?
Mau ke mana?
Sapaan sehari-hari
Bagus skali
Bagus sekali
Pastiu
Bosan
Dari bahasa Portugis
Forsa
Kuat
Dari bahasa Portugis
Capeo
Topi
Dari bahasa Portugis
Forok
Garpu
Dari bahasa Belanda
Leper
Sendok
Dari bahasa Belanda

Lapisan di dalam satu bahasa

Kata untuk ‘kamu’ datang dari Ternate. Kata untuk garpu datang dari Belanda. Kata untuk ‘bosan’ datang dari Portugis. Bahasa ini adalah peta rute pelayaran yang pernah singgah di pantai ini.

Empat jam di atas asap

Cakalang fufu adalah ikan cakalang yang dibelah memanjang tanpa memutus ekornya, dijepit rata di antara bilah bambu, lalu diasapi di atas tempurung kelapa yang membara sampai dagingnya berwarna merah bata. Namanya sepenuhnya harfiah: cakalang berarti ikan cakalang, fufu berarti diasapi.

  1. 01

    Dibelah

    Ikan disiangi dan dibuang sisiknya, lalu dibelah dua memanjang — ekornya dibiarkan tetap menyatu.

  2. 02

    Dijepit

    Ikan yang terbuka dijepit rata dalam bingkai bambu, lalu dilumuri garam.

  3. 03

    Diasapi

    Sekitar empat jam di atas tempurung kelapa yang membara, sampai dagingnya berubah merah bata.

  4. 04

    Didinginkan

    Didiamkan hingga dingin. Bila benar prosesnya, cakalang fufu tahan sekitar satu bulan tanpa lemari pendingin.

Pada 2019 pemerintah menetapkan Cakalang Fufu Sulawesi Utara sebagai Warisan Budaya Takbenda. Di Kelurahan Girian Atas, beberapa kilometer dari sini, sekitar tiga perempat warganya hidup dari mengasapi ikan — asapnya terlihat naik di antara atap rumah sepanjang hari.

Yang akan Anda temui di meja makan

Tinutuan
Bubur Manado. Namanya berarti ‘campur aduk’: sedikit beras dengan labu kuning, umbi seperti talas atau singkong, dan aneka sayuran. Lazim dimakan pagi hari.
Dabu-dabu
Sambal mentah. Semuanya diiris, tidak ada yang diulek — dabu-dabu lilang bahkan menyandang nama parang yang dulu dipakai mengirisnya.
Sambal roa
Ikan roa — julung-julung, bukan ikan terbang — diasapi sampai kering, lalu ditumbuk berikut tulangnya dan digoreng bersama cabai.
Woku
Bumbu kuning yang harum: kunyit, jahe, kemangi, daun jeruk, serai. Woku belanga dimasak dalam belanga dan tetap berkuah; woku daun dibungkus daun woka, daun palem berbentuk kipas, lalu dibakar.
Rica-rica
Bumbu merah yang pedas, berbahan dasar cabai. ‘Rica’ memang berarti cabai.
Mie cakalang
Mi kuning dengan cakalang fufu, disajikan berkuah atau digoreng kering, ditaburi bawang goreng dan daun bawang. Lazim sebagai sarapan.
Pisang goroho
Pisang khas Sulawesi Utara yang digoreng justru saat masih mentah, gurih bukan manis. Dimakan dengan sambal roa.
Nasi jaha
Beras ketan bersantan dialasi daun pisang, dimasukkan ke dalam bambu, lalu dibakar di atas bara.
Klappertaart
Warisan Belanda: klapper (kelapa) dan taart (kue). Daging kelapa muda dalam kue Eropa.
Brenebon
Dari bahasa Belanda bruine bonen, kacang merah. Umumnya berupa sup — biasanya dimasak dengan daging babi.
Halua kenari
Kacang kenari yang diselimuti gula karamel. Oleh-oleh paling lazim dari Sulawesi Utara.
Ikan bakar dengan nasi dan sambal, difoto di Bitung.
Kota BitungIkan bakar dengan nasi dan sambal, difoto di Bitung.Foto: Sakurai Midori · CC BY-SA 3.0